![]() |
Air Terjun Pucok Krung |
Kali ini kita berada
disebuah tempat Wisata Pemandian yang tak kalah menarik dengan tempat yang
lain, tempat itu adalah “Air Terjun Pucok Krung”. Untuk mencapai lokasi Air
Terjun Pucok Krung dimulai dari Ibukota Aceh Barat Daya (Blangpidie) dengan
menempuh jarak lebih kurang 10 km, dengan menggunakan kendaraan roda dua atau
roda empat. Setelah melewati tugu selamat datang di Ibukota Abdya, didesa Cot
Mane dan Kuta Jeumpa kecamatan Jeumpa. Kita membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk
menuju lokasi pemandian, karena jalannya masuk ke perkampungan penduduk
setempat dan banyak anak-anak yang bermain dijalanan.
Nah, setelah melewati
perkampungan penduduk barulah kita disapa oleh pengunungan yang tinggi
disebelah kanan, dan air pucok krung disebelah kiri, menyambut kedatangan kita.
Setelah kita mencapai tempat parkir yang telah disediakan oleh petugas disana.
Untuk mencapai Air Terjun Pucok Krung kita membutuhkan waktu sekita 5-6 menit
dengan berjalan kaki.
Selama perjalanan,
kita akan ditemani nyanyian burung-burung liar yang bertengger di dahan-dahan
pepohonan yang menjulang tinggi. Pemandangan alami dan bersahabat selama
perjalanan membuat mata kita dimanjakan oleh pesona alam yang begitu indahnya,
dan dengan tebing-tebing yang sangat tinggi, sehingga memacu adrenalin bagi
siapa yang melewatinya. Sehingga perjalanan kita tidak akan terasa melelahkan.
![]() |
Air Terjun Pucok Krung |
Nah, setelah berjalan
kaki, akhirnya sampailah kita ke tempat wisata pemandia air terjun pucok krung.
Air yang berwana biru seakan membuat kita tak ingin melewatkan momen ini.
namun, sayangnya pemandian ini hanya diperuntukkan untuk para lelaki yang
mengetahui tempat ini saja, tidak untuk para wanita dan para wisatawan luar.
Karena mengingat medan tempuh yang sangat jauh dan berat, maka penduduk
setempat melarang bagi kaum wanita menuju ke air terjun tersebut, melainkan
hanya disekitar jalan raya saja.
Tak lengkap rasanya
kalau kita tidak membawa bekal saat akan menuju ke Air Terjun Pucok Krung,
karena disana tidak ada yang berjualan, melainkan hanya suara air yang jatuh
dari atas. Nah, inilah daerahku tempat ku dilahirkan dan dibesarkan. Sampai
jumpa pada wisata selanjutnya.. bye.. bye..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar