Suara
ayam berkokok yang mengisyaratkan bahwa subuh sudah tiba, aku
bergegas merapikan selimut dan tempat tidurku, lalu kuberjalan ke kamar mandi
dengan mata masih tertutup rapat oleh kotoran mataku. Ku ambil wudhu lalu aku
sholat subuh dengan perasaan tidak enak dari semalam, langsung saja kugelar
sajadah ku, lalu kupanjatkan doa berharap perkataannya semalam tidak seperti
yang ku inginkan, dan mimpi ku semalam tak jadi kenyataan. Sebelumnya, aku
sangat terkejut saat mendengar perkataannya padaku pada waktu itu, sebuah
perkataan yang tidak menyakitkan hatiku, tapi hanya membuat raga ini terkejut
akan sebuah kalimat yang dia kirim semalam.
Betapa
termenungnya aku, sehingga tidur pun tak nyenyak dimalam itu. Dalam lamunanku,
kuberpikir bahwa aku tak akan separah ini lagi mengangumimu, setelah sekian
lama kita berkenalan, setelah sekian lama kuperjuangankan, kamu hanya
menganggap itu sebuah kasih sayang antara kaka dan adik yang saling menjaga
satu sama lain. Itu benar, setidaknya berilah aku sebuah ruang didalam hatimu
untukku, sehingga kamu pasti bisa menjadikan ini semua lebih dari kaka dan
adik.
Sayangku,
Bidadari Kotak-Kotakku dengarlah ini tulisan terakhirku untukmu, setelah
peristiwa semalam melandaku, aku juga tak menginginkan hal ini terjadi , tapi
ini harus ku jalani agar aku tak terlalu berharap lagi padamu, aku gak akan
terlalu lagi menggilaimu, dan aku akan mengurangi rasa rinduku padamu saat jauh
dariku. Dengarlah sayang, kamu tetap menjadi wanita manis dihatiku, tetap menjadi
penyemangat bagiku, tetap menjadi madu dalam hidupku, dan akan tetap menjadi
Bidadari Kotak-Kotakku yang selalu menemaniku disetiap malamku.
Manisku,
tahukah kamu aku tak bisa memejamkan mataku semalam, setelah kamu berkata
begitu. Aku sangat sayang padamu, maka dari itu izinkan aku memelukmu dari
kejauhan, izinkan aku melihatmu dewasa dari jauh. Dan izinkan aku merindukanmu
saat jauh darimu. Mungkin tulisan ini hanyalah sebuah tulisan biasa bagimu,
namu tidak sebaliknya denganku, tulisan ini kubuat dengan perasaan dan dengan
mata yang telah mengantuk.
Manisku,
mungkin panggilan kesayanganku padamu tidak kusebutkan lagi, aku akan
menggantinya dengan sebutan adik saja. Karena itu yang sesuai dengan keadaan
kita sekarang ini, semua panggilan itu akan kusimpan didalam hatiku untuk
selamanya-lamanya. Aku sangat sayang padamu manisku, namun sayangku ini
hanyalah sebatas adikku semata, akan ku jaga kamu sebagai adikku yang manis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar