bolak balik

SEMUA ORANG PASTI MENDAPAT COBAAN, JALANI DENGAN BERSYUKUR

Rabu, 17 September 2014

Panggilan Terakhirku

Suara ayam berkokok  yang  mengisyaratkan bahwa subuh sudah tiba, aku bergegas merapikan selimut dan tempat tidurku, lalu kuberjalan ke kamar mandi dengan mata masih tertutup rapat oleh kotoran mataku. Ku ambil wudhu lalu aku sholat subuh dengan perasaan tidak enak dari semalam, langsung saja kugelar sajadah ku, lalu kupanjatkan doa berharap perkataannya semalam tidak seperti yang ku inginkan, dan mimpi ku semalam tak jadi kenyataan. Sebelumnya, aku sangat terkejut saat mendengar perkataannya padaku pada waktu itu, sebuah perkataan yang tidak menyakitkan hatiku, tapi hanya membuat raga ini terkejut akan sebuah kalimat yang dia kirim semalam. 

Betapa termenungnya aku, sehingga tidur pun tak nyenyak dimalam itu. Dalam lamunanku, kuberpikir bahwa aku tak akan separah ini lagi mengangumimu, setelah sekian lama kita berkenalan, setelah sekian lama kuperjuangankan, kamu hanya menganggap itu sebuah kasih sayang antara kaka dan adik yang saling menjaga satu sama lain. Itu benar, setidaknya berilah aku sebuah ruang didalam hatimu untukku, sehingga kamu pasti bisa menjadikan ini semua lebih dari kaka dan adik.

Sayangku, Bidadari Kotak-Kotakku dengarlah ini tulisan terakhirku untukmu, setelah peristiwa semalam melandaku, aku juga tak menginginkan hal ini terjadi , tapi ini harus ku jalani agar aku tak terlalu berharap lagi padamu, aku gak akan terlalu lagi menggilaimu, dan aku akan mengurangi rasa rinduku padamu saat jauh dariku. Dengarlah sayang, kamu tetap menjadi wanita manis dihatiku, tetap menjadi penyemangat bagiku, tetap menjadi madu dalam hidupku, dan akan tetap menjadi Bidadari Kotak-Kotakku yang selalu menemaniku disetiap malamku.

Manisku, tahukah kamu aku tak bisa memejamkan mataku semalam, setelah kamu berkata begitu. Aku sangat sayang padamu, maka dari itu izinkan aku memelukmu dari kejauhan, izinkan aku melihatmu dewasa dari jauh. Dan izinkan aku merindukanmu saat jauh darimu. Mungkin tulisan ini hanyalah sebuah tulisan biasa bagimu, namu tidak sebaliknya denganku, tulisan ini kubuat dengan perasaan dan dengan mata yang telah mengantuk.

Manisku, mungkin panggilan kesayanganku padamu tidak kusebutkan lagi, aku akan menggantinya dengan sebutan adik saja. Karena itu yang sesuai dengan keadaan kita sekarang ini, semua panggilan itu akan kusimpan didalam hatiku untuk selamanya-lamanya. Aku sangat sayang padamu manisku, namun sayangku ini hanyalah sebatas adikku semata, akan ku jaga kamu sebagai adikku yang manis.

Terima kasih wanita manisku, kau telah mengajariku tentang manisnya arti kesabaran, kau telah mengajariku tentang indahnya kedewasaan, sehingga ketika aku lemah, engkau datang dan membawa kebahagian. Aku sangat senang bisa berkenalan denganmu wanita manisku, aku sangat bahagia bisa menjadi abangmu dan akan selalu bahagia. Terima kasih telah memberi ku kesempatan untuk dekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar