![]() |
Monumen Jam Gadang, kota Bukittinggi Sumatera Barat |
Bukittinggi boleh dibilang sebagai kota/kabupaten yang begitu banyak menyimpan pesona wisata untuk para wisatawan lokal maupun luar negeri. Mulai dari wisata alam, kuliner, dan juga hiburan. Tak jarang para turis luar negeri datang ke Bukittinggi untuk daerah sejuk ini, sehingga patut kita syukuri atas apa yang telah diberikan Tuhan. Bukittinggi juga kota perekonomian terbesar kedua di Sumatera Barat dan juga pernah dijadikan sebagai ibukota Indonesia pada saat Pemerintah Darurat Republik Indonesia.
Bukittinggi
yang berada di provinsi Sumatera Barat ini menjadi salah satu tujuan liburan
para tamu-tamu baik dari dalam kota maupun luar kota. Salah satu objek yang
paling dicari bila ke Bukittinggi adalah tugu Jam Gadang. Jam Gadang selesai dibangun pada tahun 1926 sebagai
hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur Fort
de Kock. Letak Jam Gadang tepat ditengah pusat kota
Bukittinggi juga sebagai penanda titik nol kota Bukittinggi.
Selain
tempat wisata, juga tersedia berbagai pedagang souvenir dan baju Bukittinggi
serta Jam Gadang sangat mudah ditemukan dipusat kota Bukittinggi. Tidak hanya
itu, juga beberapa kuliner khas Ranah Minang juga bisa ditemukan di pasar bawah
yang tidak berapa jauh dari lokasi Jam Gadang, yang tak kalah menariknya banyak
penjual keripik oleh-oleh yang tersedia dalam berbagai macam varian rasa.
Keripik Sanjay salah-satu kripik primadona khas Padang.
Ketika
berkunjung ke sana, saya dan rombongan peserta Pelatihan Jurnalistik Tingkat
Lanjut Nasional (PJTLN) Janang 2018, Lembaga Pers Mahasiswa Suara Kampus
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat sangat menikmati
wisata kota Bukittinggi, khususnya di monument Jam Gadang. Disana juga terletak
patung Bung Hatta yang dijadikan sebuah monumen tidak jauh dari lokasi Jam
Gadang. Lokasi Bukittinggi yang berada didataran tinggi meyebabkan udaranya
begitu sejuk.
Jarak
yang kami tempuh perjalan dari Padang –
Bukittinggi memiliki jarak sekitar 96 Km. Waktu tempuh perjalanan dalam kondisi
normal dapat di tempuh sekitar 2,5 jam, dengan kecepatan kendaraan rata-rata 40
Km, jika perjalan di saat hari libur atau di akhir minggu biasanya akan
menghabiskan waktu sekitar 3 – 3,5 Jam, hal ini dapat di sebabkan kondisi jalan
yang sangat ramai, atau terjadinya longsor di beberapa daerah yang rawan
longsor seperti di Lembah Anai.
![]() |
Peserta dan panitia PJTLN Janang 2018 Suara Kampus Padang, Sumbar |
Pengalaman pertama yang luar biasa bisa melancong ke Ranah Minang yang sangat terkenal dengan budaya, adat istiadatnya itu terbukti dari beberapa bagunan pemerintahan masih menggunakan atap seperti rumah gadang, begitu juga dengan kuliner, serta bahasanya yang masih khas yakni bahaso minang. Masyarakatnya yang ramah, penegakan syariat islam juga masih kental dinegeri yang terkenal dengan daerah Rendang.
Selain tempat wisata hiburan, yang paling dicari oleh
wisatawan adalah kuliner di Bukittinggi yaitu Nasi Kapau. Ya, walaupun banyak
yang menyediakan Nasi Kapau dengan berbagai nama, saya hanya mampir di rumah
makan Nasi Kapau ni Lis, letaknya di pasar bawah kota Bukittinggi. Ada beberapa
perbedaan Nasi Kapau dan Nasi Padang, yaitu Nasi Kapau dijual oleh orang Kapau,
juga menu Nasi Kapau diletak lebih rending dari pedagang, sedangkan Nasi Padang
menunya dijual didalam etalase kaca dan lebih tinggi dari penjual. Makanya Nasi
Padang bisa kita lihat dari kaca luar, sedangkan Nasi Kapau kita harus masuk ke
dalam rumah makan untuk memilih menunya.
Berbagai
menu dijual sebagai pelengkap Nasi Kapau, tidak jauh berbeda dengan Nasi
Padang, hanya saja Nasi Padang rendangnya berkuah, sedangkan rendang Nasi Kapau
lebih terkenal dengan rendan ayam cabai merah kering. Kemudian menu Nasi Kapau
lainnya, sekaligus andalan Nasi Kapau
adalah Gulai Tambunsu. Ini merupakan hidangan berbahan dasar usus sapi yang
dimasukkan adonan telur dan tahu. Rasa rempah-rempah khas Ranah Minang begitu
terasa.
Sebenarnya kota Bukittinggi menyimpan banyak
tempat wisata yang luarbiasa, namun karena keterbatasan waktu maka saya dan
teman-teman rombongan tak bisa berwisata ke tempat lain, seperti salah satu
contoh wisata Lobang Jepang, wisata edukasi sejarah Indonesia yang ada di
Bukittinggi. Bukittinggi menyimpan banyak kenangan dan tak akan terlupakan
tempat wisata yang tak kalah keren dan bagus dengan destinasi wisata dikota
lainnya. Saat akhir pecan telah tiba atau libur semester telah tiba saya
menyarankan kota Bukittinggi menjadi salah satun referensi liburan anda
sekeluarga. Selamat berlibur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar