Realita ini sungguh pedih...
Mengapa tak seonggok hati pun sudi mendekat...
Menenteramkan hati yang berharap...
Hanya dengan memandang dengan mata ini...
Hatiku menangis.. kau terlihat dengannya...
Bukan denganku yang berharap jadi kenyataan...
Ternyata harapku salah selama ini...
*Al-Bani*
Ketika
kecewa hari ini menerpa jiwaku, jangan biarkan ia terlalu larut dalam
kekecewaan dan kesedihan. Bangkit dan katakan pada hati kecewa itu, bahwa
matahari akan selalu bersinar dikala fajar datang menjemput pagi dengan
semangat yang baru dengan pengharapan yang indah serta dengan hati yang mulai
bersih dari kekecewaan. Kecewa dalam artian penyelasalan yang terjadi ketika
seseuatu perbuatan yang tidak tercapai maka hati akan spontan dan merespon
kesedihan dan kegalauan.
Terinspirasi
dari sepasang muda mudi yang saling dekat, bertemu disebuah diskusi ringan
berlanjut ke pesan singkat blackberry
messengger (BBM). Pertemanan sepangan pemuda beda institusi ini terjadi
dengan begitu cepat, kedua pemuda pemudi ini sering menghabiskan waktu sorenya
ditempat keramaian untuk melepas penat kesibukan dikampus. Pertemanan semakin
dekat hingga mereka saling menanyakan kabar masing-masing. Komunikasi terus
lancar tak ada hambatan bagi mereka yang sedang dilanda asmara cinta, tanpa merasakan
penyesalan dikemudian hari.
Suatu
hari ketika lelaki itu ingin mengatakan cintanya kepada seorang wanita,
alangkah terkejutnya si pemuda ini saat mengetahui bahwa wanita yang dicintainya
telah menjadi milik orang lain. Wanita itu sudah mengikat sebuah tali cinta
dengan lelaki lain. Rasa kecewa dan sakit hati tak terbendung lagi sangat
mendengar pesan singkat dari telepon genggam si pemuda ini. Dengan nada yang
teramat sendu wanita itu berucap “ maaf kalau aku telah memberi harapan padamu,
semoga kau temukan yang terbaik dari aku”. Hari itu adalah hari yang
menyakitkan bagi pemuda tangguh yang telah lama menunggu cintanya terhadap
orang yang ia sayangi.
Bagaikan
kiamat tiba kala dirundung kekesalan hati, namun pemuda itu mecoba tegar dan
harus menerima semua kenyataan yang telah terjadi pada dirinya. Entah itu karma
atau permainan cinta saja, kala telah selesai digunakan maka dibuang atau
disimpan dan tak akan dipakai lagi dikemudian hari. Tak mau berlalu dalam
kesedihan yang tak tampak wujudnya, hanya penantian hampa yang telah terjadi. Seakan
komitmen yang telah mereka bangun beberapa bulan lalu, sekarang hanyalah
catatan pelengkap buku harian saja. pemuda itu menangis sambil membaca pesan
singkat dari sang wanita pujaan hatinya.
Sekarang
biarkan aku sendiri berjalan dengan cinta palsumu janji manismu dan pengharapan
yang tak kunjung tercapai. Biarlah aku terlarut dalam kekecewaan hati yang tak
bisa diobati dengan kata maaf terakhirmu sebelum mengakhiri obrolan malam itu. sekarang
tinggal aku sendiri melanjutkan kisah kenangan kita, komitmen yang telah kita
bangun bersama, mungkin bukan lagi denganmu melainkan dengan orang yang lebih baik
darimu.
Hari
ini aku telah resmi tiada lagi dihatimu dan hari ini pula hatimu telah resmi
dimiliki oleh orang lain yang pastinya lebih baik dari aku, pengagum gelapmu. Mungkin
hanya goresan pena ini dan sedikit doa perpisahan untukmu dan kekasih barumu. Sebab
caraku mengenangmu bukan lagi melalu pesan singkat seperti dulu, melaikan hanya
coretan tinta hitam tentangmu yang selalu kubanggakan ketika bersamamu.
Dimana
wanita yang susah minum obat kala sakit, dimana wanita yang merayuku ketika aku
malas makan, dimana wanita yang menyemangatiku ketika banyak tugas mengahampiri,
dimana wanita yang selalu menasehatiku akan ibadah, dimana wanita yang selalu kugosipkan
dalam tulisanku, dimana wanita yang selalu kuberikan kata-kata selamat tidur,
dimana wanita yang selalu mengingatkanku jangan bergadang. Masih adakah dia,
masih adakah yang menyampaikan hal itu padaku.
Hari
ini dan seterusnya tidak ada lagi kata-kata seperti itu terlihat dari handphone ku darimu, kini aku harus
terbiasa menjalankan sendiri kisah cinta yang tak berujung ini membawa seluruh
pengorbanan yang kuberi dan menghapus semua kenangan yang pernah terjadi ketika
aku bersamamu dulu. Masih ingatkah kau dikala kita ingin mengabadikan momen
dipohon sakura buatan,? namun hal itu tak terjadi karena keramaian menyurutkan
niat kita. Masih ingatkah kau ketika kita berdiri saling memegang tulisan
kata-kata yang tertempel kokoh didada.? Mungkin semua itu tak perlu kau ingat
lagi, biarlah semua itu bagaikan ilusi yang tampak jelas ketika dekat dan
hilang ketika jauh.
Hanya
doa yang bisa kupanjatkan untuk kebahagiaanmu dengannya yang lebih baik dariku.
Ya Tuhan jika memang dia untukku maka jadikanlah dia penghuni hatiku, dan jika
dia bukan milikku, maka aku mohon jauhkanlah dia dari kedua mataku dan
hilangkanlah perasaan sayang dari hatiku. Namaku dihatimu bagaikain aksara tua,
tampak namun tak tahu bagaimana wujudnya kosong dan hampa begitu saja.
Sentuhlah
coretan ini sebagai tanda sayangku padamu, namamu yang selalu ku agungkan kala
jari ini berbicara diatas kertas putih tanpa noda, namun jika kamu tak sudi
untuk menyentuhnya maka simpanlah ia sebagai kenangan yang suatu saat kau buka
dan kau baca isinya, isi yang pernah kau torehkan bersamaku, isi yang pernah
kau lakukan ketika candamu adalah candaku, ketika tangisku adalah tangismu dan
itu semua tentangmu.
Biarlah
cinta berjalan dengan sendirinya. Akupun ingin beranjak dari kesedihanku, dari
sakit hatiku yang begitu dalam. Akan kubuktikan perkataan terakhirmu padaku,
kau memintaku untuk medapatkan yang lebih baik darimu. Kata-kata itulah yang
menjadi penguat hatiku untuk terus berusaha meninggalkan kesedihanku, melupakan
semua kenangan bersamamu beberapa bulan lalu dan mencoba membuka hati untuk
menerima orang yang lebih baik perangainya dari dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar