bolak balik

SEMUA ORANG PASTI MENDAPAT COBAAN, JALANI DENGAN BERSYUKUR

Kamis, 12 Mei 2016

Ketika Harapan Tak Menjadi Kenyataan



Ilustrasi Putus Cinta
Realita ini sungguh pedih...
Mengapa tak seonggok hati pun sudi mendekat...
Menenteramkan hati yang berharap...
Hanya dengan memandang dengan mata ini...
Hatiku menangis.. kau terlihat dengannya...
Bukan denganku yang berharap jadi kenyataan...
Ternyata harapku salah selama ini...
*Al-Bani*

Ketika kecewa hari ini menerpa jiwaku, jangan biarkan ia terlalu larut dalam kekecewaan dan kesedihan. Bangkit dan katakan pada hati kecewa itu, bahwa matahari akan selalu bersinar dikala fajar datang menjemput pagi dengan semangat yang baru dengan pengharapan yang indah serta dengan hati yang mulai bersih dari kekecewaan. Kecewa dalam artian penyelasalan yang terjadi ketika seseuatu perbuatan yang tidak tercapai maka hati akan spontan dan merespon kesedihan dan kegalauan.

Terinspirasi dari sepasang muda mudi yang saling dekat, bertemu disebuah diskusi ringan berlanjut ke pesan singkat blackberry messengger (BBM). Pertemanan sepangan pemuda beda institusi ini terjadi dengan begitu cepat, kedua pemuda pemudi ini sering menghabiskan waktu sorenya ditempat keramaian untuk melepas penat kesibukan dikampus. Pertemanan semakin dekat hingga mereka saling menanyakan kabar masing-masing. Komunikasi terus lancar tak ada hambatan bagi mereka yang sedang dilanda asmara cinta, tanpa merasakan penyesalan dikemudian hari. 

Suatu hari ketika lelaki itu ingin mengatakan cintanya kepada seorang wanita, alangkah terkejutnya si pemuda ini saat mengetahui bahwa wanita yang dicintainya telah menjadi milik orang lain. Wanita itu sudah mengikat sebuah tali cinta dengan lelaki lain. Rasa kecewa dan sakit hati tak terbendung lagi sangat mendengar pesan singkat dari telepon genggam si pemuda ini. Dengan nada yang teramat sendu wanita itu berucap “ maaf kalau aku telah memberi harapan padamu, semoga kau temukan yang terbaik dari aku”. Hari itu adalah hari yang menyakitkan bagi pemuda tangguh yang telah lama menunggu cintanya terhadap orang yang ia sayangi.  

Bagaikan kiamat tiba kala dirundung kekesalan hati, namun pemuda itu mecoba tegar dan harus menerima semua kenyataan yang telah terjadi pada dirinya. Entah itu karma atau permainan cinta saja, kala telah selesai digunakan maka dibuang atau disimpan dan tak akan dipakai lagi dikemudian hari. Tak mau berlalu dalam kesedihan yang tak tampak wujudnya, hanya penantian hampa yang telah terjadi. Seakan komitmen yang telah mereka bangun beberapa bulan lalu, sekarang hanyalah catatan pelengkap buku harian saja. pemuda itu menangis sambil membaca pesan singkat dari sang wanita pujaan hatinya.

Sekarang biarkan aku sendiri berjalan dengan cinta palsumu janji manismu dan pengharapan yang tak kunjung tercapai. Biarlah aku terlarut dalam kekecewaan hati yang tak bisa diobati dengan kata maaf terakhirmu sebelum mengakhiri obrolan malam itu. sekarang tinggal aku sendiri melanjutkan kisah kenangan kita, komitmen yang telah kita bangun bersama, mungkin bukan lagi denganmu melainkan dengan orang yang lebih baik darimu.
Hari ini aku telah resmi tiada lagi dihatimu dan hari ini pula hatimu telah resmi dimiliki oleh orang lain yang pastinya lebih baik dari aku, pengagum gelapmu. Mungkin hanya goresan pena ini dan sedikit doa perpisahan untukmu dan kekasih barumu. Sebab caraku mengenangmu bukan lagi melalu pesan singkat seperti dulu, melaikan hanya coretan tinta hitam tentangmu yang selalu kubanggakan ketika bersamamu.

Dimana wanita yang susah minum obat kala sakit, dimana wanita yang merayuku ketika aku malas makan, dimana wanita yang menyemangatiku ketika banyak tugas mengahampiri, dimana wanita yang selalu menasehatiku akan ibadah, dimana wanita yang selalu kugosipkan dalam tulisanku, dimana wanita yang selalu kuberikan kata-kata selamat tidur, dimana wanita yang selalu mengingatkanku jangan bergadang. Masih adakah dia, masih adakah yang menyampaikan hal itu padaku.

Hari ini dan seterusnya tidak ada lagi kata-kata seperti itu terlihat dari handphone ku darimu, kini aku harus terbiasa menjalankan sendiri kisah cinta yang tak berujung ini membawa seluruh pengorbanan yang kuberi dan menghapus semua kenangan yang pernah terjadi ketika aku bersamamu dulu. Masih ingatkah kau dikala kita ingin mengabadikan momen dipohon sakura buatan,? namun hal itu tak terjadi karena keramaian menyurutkan niat kita. Masih ingatkah kau ketika kita berdiri saling memegang tulisan kata-kata yang tertempel kokoh didada.? Mungkin semua itu tak perlu kau ingat lagi, biarlah semua itu bagaikan ilusi yang tampak jelas ketika dekat dan hilang ketika jauh.

Hanya doa yang bisa kupanjatkan untuk kebahagiaanmu dengannya yang lebih baik dariku. Ya Tuhan jika memang dia untukku maka jadikanlah dia penghuni hatiku, dan jika dia bukan milikku, maka aku mohon jauhkanlah dia dari kedua mataku dan hilangkanlah perasaan sayang dari hatiku. Namaku dihatimu bagaikain aksara tua, tampak namun tak tahu bagaimana wujudnya kosong dan hampa begitu saja. 

Sentuhlah coretan ini sebagai tanda sayangku padamu, namamu yang selalu ku agungkan kala jari ini berbicara diatas kertas putih tanpa noda, namun jika kamu tak sudi untuk menyentuhnya maka simpanlah ia sebagai kenangan yang suatu saat kau buka dan kau baca isinya, isi yang pernah kau torehkan bersamaku, isi yang pernah kau lakukan ketika candamu adalah candaku, ketika tangisku adalah tangismu dan itu semua tentangmu.

Biarlah cinta berjalan dengan sendirinya. Akupun ingin beranjak dari kesedihanku, dari sakit hatiku yang begitu dalam. Akan kubuktikan perkataan terakhirmu padaku, kau memintaku untuk medapatkan yang lebih baik darimu. Kata-kata itulah yang menjadi penguat hatiku untuk terus berusaha meninggalkan kesedihanku, melupakan semua kenangan bersamamu beberapa bulan lalu dan mencoba membuka hati untuk menerima orang yang lebih baik perangainya dari dirimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar