Hai
Wanita Manis Lovers, sudah lama ya tidak jumpa, nah kali ini saya akan
membagikan kisah-kisah seputar Boarding dan sejenisnya lah, yang kisah itu
adalah kisah saya, cerita saya, dan saya sendiri yang menulisnya, semoga
sahabat berkenan membacanya......
Kalo kita berbicara tentang
Boarding, pastilah terlintas dibenak kita, bahwa sebuah gedung besar, dimana
didalamnya terdapat banyak kamar tidur,
kamar mandi/wc. Pasti kita juga berfikir bahwa penduduk Boarding itu banyak,
kisaran lebih dari 5 orang atau lebih. Nah, begitulah istilah Boarding itu yang
kita tau selama ini.
Oke, tapi penulis tidak membahas
tentang asal kata Boarding disini, melainkan ingin mengupas tentang isi dari
pada Boarding tersebut. Kata orang, kehidupan Boarding itu sangat melelahkan,
dan sebagainya. Nah, bagi saya opini tersebut tidak tepat untuk kita jadikan
pedoman untuk memperjelaskan alasan kehidupan Boarding itu melelahkan.
Kemudian, ada lagi yang mengatakan. Kehidupan Boarding itu, jauh dari orang
tua. Bagi saya, itu juga bukan sebuah alasan yang relevan untuk kita hidup
dilingkungan Boarding.
Siapa bilang hidup diasrama itu
melelahkan, capek, dan sebagainya. Mungkin, bagi orang yang belum terbiasa sih,
iya, melelahkan. Nah, kalau bagi yang telah terbiasa dengan kehidupan Boarding,
terbiasa dengan bangun subuh dan seterusnya, maka hal itu akan sangat mudah
dihadapinya, dan dijalaninya.
Di Boarding (asrama), kami melakukan
semua hal dengan bersama, mulai dari mandi, makan, tidur, dan kesekolah juga
bersama. Begitu terus selama seminggu, kami ditempa disini, dicetak mental, dan
intelektual tinggi, dididik agar bisa menjadi seorang pemimpin, dan orang yang
berguna bagi bangsa, agama, orang tua dan negara.
Bahkan kalau diumpamakan, kami
sedang dalam pendidikan Akademi Militer lah bisa kita sebut, hampir sama,
bahkan sama. Mulai dari bangun jam 05:30 subuh, kemudian sholat berjamaah dan
aktivitas lain yang hampir seperti militer, bisa kita bilang semi militer.
Dibantu dengan fasilitas asrama yang konsepnya seperti hotel bintang 50 lah,
kita hanya tinggal menempati tempat itu saja, inilah yang membuat kami
termotivasi dan bersemangat untuk menjalani kehidupan asrama (boarding). Pagi
siang malam terus diasah, supaya bisa menusuk jantung pertahan lawan, itu
adalah kewajiban bagi para siswa taruna yang mau Praspa (Prasetya Perwira) pada
April mendatang.
Kucinta sekolahku, kucinta asramaku,
kucinta hijauku. Sekolah unggul yang berasrama akan menjadi impian para
generasi penerus bangsa. Disaat para pemimpin-pemimpin kita dipanggil oleh Yang
Maha Kuasa, maka anak-anak lulusan dari didikan Sekolah Boardinglah yang akan
menggantikan para pemimpim itu, itulah harapan kita selalu, harapan yang kita
bawa dalam setiap pintaan doa kepada Sang Pencipta tanpa menghilangkan rasa
tunduk kita. Berfikirlah positif tentang sekolah berasrama itu, jangan pernah
mendengar ocehan orang yang belum pernah menjajakan kakinya dilingkungan
Boarding. Maka, dengarkanlah cerewetnya orang yang sudah lama bergelut dalam
lingkungan Boarding (asrama).
Semoga tulisan kali ini bisa
membuat, rekan, kakak, adek, dan Wanita Manis Lovers, bisa menjadi motivasi bagi
kita, dalam memaknai kehidupan asrama (boarding), dan semoga sahabat adalah
orang-orang yang pernah bergelut dilingkungan Sekolah Berasrama ( Boarding School).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar